Penamaan pada RouterBoard Mikrotik sudah distandarkan, dengan format sebagai berikut :
<board name> <board features>-<built-in wireless>
<wireless card features>-<connector type>-<enclosure
type>
atau
<nama board> <fitur board>-<wireless bawaan> <fitur
wireless card>-<tipe konektor>-<tipe wadah/casing>
Berikut ini penjelasan masing-masing parameter :
Board Name (Nama Board)
Sebagai contoh :
RB750
RB = RouterBoard
7 = Menunjukkan nama seri (700 series)
5 = Menunjukkan jumlah interface kabel (ethernet, SFP, SFP+)
0 = Menunjukkan jumlah interface wireless (mini PCI)
Jadi maksud dari RB750 tersebut adalah, produk RouterBoard seri 700,
yang memiliki 5 buat interface ethernet dan tidak punya interface
wireless.
Board Features (Fitur Board)
Fitur board ini dituliskan langsung setelah nama board tanpa jeda spasi
atau tanda strip. Berikut fitur board yang ada pada product kode
Mikrotik :
- U - USB
- P - daya injeksi dengan kontroler (PoE out)
- i - single injector port power tanpa kontroler (single PoE out)
- A - lebih banyak memori (dan level lisensi biasanya lebih tinggi)
- H - CPU lebih kuat
- G - Gigabit (mungkin termasuk "U", "A", "H", jika tidak digunakan dengan "L")
- L - Edisi light (ringan)
- S - Port SFP
- e - Ekstensi interface PCIe card
- x <N> - di mana N adalah jumlah core CPU (x2, x16, x36 dll)
- R - MiniPCI atau Slot MINIPCIe
Built-in Wireless (Wireless Bawaan)
Jika board Mikrotik nya sudah dibekali dengan interface wireless bawaan, berikut format penamaan nya :
<band><power_per_chain><protocol><number_of_chains>
atau
<band frekuensi><singkatan power_per_chain><nama protocol><nomor chain>
Berikut penjelasan masing-masing parameter nya :
band
- 5 = 5Ghz
- 2 = 2.4Ghz
- 52 = dual band 5Ghz and 2.4Ghz
power per chain
- (Kosong) = "Normal" - <23dBm at 6Mbps 802.11a; <24dBm at 6Mbps 802.11g
- H = "High" - 23-24dBm at 6Mbps 802.11a; 24-27dBm at 6Mbps 802.11g
- HP = "High Power" - 25-26dBm 6Mbps 802.11a; 28-29dBm at 6Mbps 802.11g
- SHP = "Super High Power" - 27+dBm at 6Mbps 802.11a; 30+dBm at 6Mbps 802.11g
protocol
- (kosong) = Card dengan standard 802.11a/b/g
- n = Card support 802.11n
- ac = Card support 802.11ac
number_of_chains
- (kosong) = single chain
- D = dual chain
- T = triple chain
connector type
- (kosong) = hanya satu opsi konektor saja
- MMCX = untuk tipe konektor MMCX
- u.FL = untuk tipe konektor u.FL
Enclosure Type (Tipe Wadah/Casing)
Berikut adalah penjelasan tipe wadah/casing pada kode produk Mikrotik :
- BU = board unit (tanpa casing)
- RM = rack-mount enclosure (Casing yang dikhususkan untuk di tempatkan pada rack dengan mounting)
- IN - indoor enclosure (Casing yang digunakan untuk diletakkan di indoor tanpa rack mounting)
- EM - extended memory (Kapasitas memori lebih besar)
- LM - light memory (Kapasitas memori lebih kecil)
- BE - black edition case (Casing dengan edisi spesial warna hitam)
- TC - Tower (vertical) case (Casing jenis tower berdiri)
- OUT - outdoor enclosure (Casing khusus untuk pemasangan di luar ruangan)
Gimana apa sudah pusing? Kalau pusing minum obat ya, hehe.. Oke, biar
gak tambah pusing kita coba langsung praktekan untuk mengidentifikasi
salah satu product code Mikrotik yang lumayan panjang yaitu
RB912UAG-2HPnD.
 |
| Mikrotik RouterBoard 912UAG-2HPnD |
RB912UAG-2HPnD
RB = RouterBoard
912 = Board Seri ke 9
912 = Memiliki 1 buah interface ethernet
912 = Memiliki 2 buah interface wireless (bawaan dan miniPCIe)
UAG = Memiliki USB Port
UAG = Memori lebih besar
UAG = Port ethernet nya jenis gigabit (10/100/1000)
2HPnD = Band 2,4 GHz
2HPnD = High Power
2HPnD = Card support 802.11n
2HPnD = Dual Chain
B.LATAR BELAKANG
latarbelakangnya adalah untuk membuat hotspot lokal yang digunakan untuk area sekitar pembuatnya .
C.MAKSUT DAN TUJUAN
supaya wifi dari luar tidak dipakai oleh orang lain .
D.ALAT DAN BAHAN
1. laptop/komputer
2. routerboard
3. 2 kabel straight
E.JANGKA WAKTU YANG DIBUTUHKAN
dalam mengkonfigurasi hotspot login di mokrotik membutuhkan waktu
sekitar 10 - 15 menit untuk yang sudah terbiasa bisa lebih cepat lagi
tetapi untuk perkiraan saya untuk yang awam sekitar 1 - 2 jam.
F.TAHAP PELAKSANAAN
- kita tancapkan kabel straight dari laptop ke routerboard
- buka winbox, kita masuk dengan mac address
- klik ip > pilih address untuk mengkonfigurasi ip laptop/komputer
- kita setting ip address diisi dengan address 192.168.88.1/24 dan interfacenya ether 2.
- setelah itu kita meminta ip dari server dengan cara pergike ip,DHCP client
- klik add pilih ether1 yang tersambung sebagai sumber internet,jika
berhasil maka akan muncul tulisan bound seperti gambar diatas.
- kita ke ip,DNS lalu centang "allow remote request",setelah itu kita pergi ke interface untuk membuat akses point
- kita klik 2 kali wlan1 nya untuk membuat akses pointnyakita setting wlan1 nya, pada Mode kita pilih ap bridge untuk membuat akses pointnya dan pada SSID kita bisa mengisinya dengan nama yang kita suka yang bertujuan untuk memudahkan pemilihan jaringan , klik ok
- Sekarang kita mulai membuat Hotspot untuk wlan1, Untuk lebih mudah
nya
kita menggunakan wizard Hotspot Setup. Masuk ke menu IP,Hotspot,Hotspot
Setup lalu Pilih Hotspot Interface : wlan1,klik Next Selanjutnya
mengisikan IP address dari wlan1 dan centang Masquerade Network. klik
Next.
- kita Menentukan range IP address yang akan diberikan ke user (DHCP Server),
misal : 192.168.50.2 - 192.168.50.254. Jadi user akan diberikan IP
secara otomatis oleh DHCP Server antara range IP tersebut.
- Memilih Select certificate. Pilih none saja, klik Next, IP Address
untuk SMTP Server kosongkan saja. Klik Next,Memasukkan alamat DNS
Server. Isikan saja dengan DNS Server nya Google : 8.8.8.8 Klik Next.
Memasukkan nama DNS untuk local hotspot server. Jika diisi nantinya akan
menggantikan alamat IP dari wlan1 sebagai url halaman login. Jika tidak
diisi maka url halaman login akan mengguakan IP address dari wlan1. Kita isi dengan nama "nama.login", klik next.
- kita membuat nama usernya dengan klik users klik + isi nama dan password user,klik next dan akan ada tampilan sukses
- setelah itu kita coba login di web browser
- tampilan berhasil dan juga bisa membuka google.com seperti gambar di bawah.
G.HASILNYA
hasilnya seperti gambar dibawah ini sebelum membuka google
H.REFERENSI
- https://mikrotikindo.blogspot.co.id/2013/03/cara-membuat-hotspot-mikrotik-seting-dasar-mikrotik.html
- https://id.wikipedia.org/wiki/MikroTik