Assalamulaikum.Wr.Wb
Sejarah BLC TELKOM KLATEN
Saya melihat Teknologi Informasi (TI) khususnya penggunaan dan
pemanfaatan Internet di Indonesia seperti sebilah pisau yang sangat
tajam dijual bebas dan dibeli oleh orang-orang tapi tidak ada keterangan
penggunaannya, manfaat segi positif dan negatifnya. Kondisi Internet
saat ini sama seperti itu, oleh karenanya hati nurani saya tergerak
untuk memberikan edukasi TI kepada masyarakat penggunaan Internet Sehat
dan Aman dalam program Broadband Learning Center (BLC) Klaten dan saya
menekankan kepada siapapun yang masuk menjadi komunitas BLC untuk
dilatih dan menjadi bagian dari aktifitas BLC untuk berkomitmen tidak
melihat segala sesuatunya dari sisi materi namun bagaimana menjadi diri
sendiri memiliki integritas dan kepribadian serta mengembangkan
potensinya masing-masing." Ujar Koordinator BLC Telkom Klaten yang lebih
dikenal dengan sebutan Mbah Suro Dhemit.
Dari latar belakang tersebut terbentuklah Broadband Learning Center
(BLC) Telkom Klaten yang bisa menjadi salah satu jawaban akan kebutuhan
masyarakat selama ini. Dimana BLC Telkom Klaten merupakan pusat
pelatihan internet yang memanfaatkan Rumah Dinas Pemkab Klaten yang
dimodifikasi dilengkapi dengan sarana komputer dan akses internet
broadband dari Telkom didukung infastruktur pelatihan dari Kelompok
Pecinta Linux Indonesia (KPLI) Klaten. Dimana masyarakat maupun
pemerintahan dapat memanfaatkan BLC Telkom Klaten untuk meningkatkan
pengetahuan internet dan Teknologi Informasi dan Komunikasi secara
gratis.
Peresmian BLC Telkom Klaten
BLC Telkom Klaten yang beralamatkan Jl. Srigading No. 7 Klaten
diresmikan pada Hari Kamis, 16 Juli 2013 oleh Bupati Klaten H. Sunarna,
SE adalah salah satu program dari Klaten GO ONLINE. Klaten GO ONLINE
merupakan konsep Klaten menjadi sebuah wilayah yang memiliki koneksi
terintegrasi dalam berbagai bidang sehingga memberikan dampak praktis
dan efisien dalam pengelolaan sistem informasi wilayah.
VISI
Membentuk masyarakat peduli terhadap Teknologi
Informasi dan Komunikasi sehingga dapat di
terapkan sesuai dengan bidangnya
MISI
Memberikan pelatihsn teknologi Informasi dan Komunikasi kepada masyarakat secara gratis.
Kelas Pelatihan
BLC Telkom Klaten menawarkan 3 Kelas Pelatihan sesuai dengan tingkatan kebutuhan masyarakat yaitu :
- Kelas Basic (Dasar) : Pengenalan Internet sehat, Browsing dan searching serta E-mail
- Kelas Intermediate (Lanjutan) : Internet sehat, Social Media Blogging dan
- Advantage (Mahir) : Open Source, Web Development dan Internet network
B. PENGERTIAN KOMPUTER
Komputer adalah alat yang dipakai untuk mengolah data
menurut perintah yang telah dirumuskan. Kata komputer semula
dipergunakan untuk menggambarkan orang yang perkerjaannya melakukan perhitungan aritmatika, dengan atau tanpa alat bantu, tetapi arti kata ini kemudian dipindahkan kepada mesin itu sendiri. Asal mulanya, pengolahan informasi hampir eksklusif berhubungan dengan masalah aritmatika, tetapi komputer modern dipakai untuk banyak tugas yang tidak berhubungan dengan matematika.
Secara luas, Komputer dapat didefinisikan sebagai suatu peralatan
elektronik yang terdiri dari beberapa komponen, yang dapat bekerja sama
antara komponen satu dengan yang lain untuk menghasilkan suatu informasi
berdasarkan program dan data yang ada. Adapun komponen komputer adalah
meliputi : Layar Monitor, CPU, Keyboard, Mouse dan Printer (sbg
pelengkap). Tanpa printer komputer tetap dapat melakukan tugasnya
sebagai pengolah data, namun sebatas terlihat dilayar monitor belum
dalam bentuk print out (kertas).
C. Latar Belakang :
Karena ingin mempelajari mempelajari dasar - dasarnya sebelum lanjut lebih jauh.
D. Maksud Dan Tujuan
Mengetahui dan paham seluruh ilmu IT sampai dasar - dsarnya.
E. Jangka Waktu Pelaksanaan
Lebih luangkan waktu untuk membaca lebih luas.
F. Hasil Kesimpulan
Dengan mengetahui dan mampu memahami ilmu komputer dari yang paling
dasar maka tidak akan ada kesulitan saat pembelajaran ke tahapan
selanjutnya.
OSI Reference Model for open networking
Sebuah model arsitektural jaringan yang dikembangkan oleh badan
International Organization for Standardization (ISO) di Eropa pada tahun 1997. OSI sendiri merupakan singkatan dari
Open System Interconnection. Model ini disebut juga dengan model "
Model tujuh lapis OSI" (
OSI seven layer model).
Sebelum munculnya model referensi OSI, sistem jaringan komputer sangat tergantung kepada pemasok (
vendor).
OSI berupaya membentuk standar umum jaringan komputer untuk menunjang
interoperatibilitas antar pemasok yang berbeda. Dalam suatu jaringan
yang besar biasanya terdapat banyak
potokol jaringan yang berbeda. Tidak adanya suatu protokol yang sama, membuat banyak perangkat tidak bisa saling berkomunikasi.
Model referensi ini pada awalnya ditujukan sebagai basis untuk mengembangkan
protokol-protokol jaringan, meski pada kenyataannya inisatif ini mengalami kegagalan. Kegagalan itu disebabkan oleh beberapa faktor berikut:
- Standar model referensi ini, jika dibandingkan dengan model referensi DARPA (Model Internet) yang dikembangkan oleh Internet Engineering Task Force (IETF), sangat berdekatan. Model DARPA adalah model basis protokol TCP/IP yang populer digunakan.
- Model referensi ini dianggap sangat kompleks. Beberapa fungsi
(seperti halnya metode komunikasi connectionless) dianggap kurang bagus,
sementara fungsi lainnya (seperti flow control dan koreksi kesalahan) diulang-ulang pada beberapa lapisan.
- Pertumbuhan Internet dan protokol TCP/IP (sebuah protokol jaringan dunia nyata) membuat OSI Reference Model menjadi kurang diminati.
G. REFERENSI
- http://tiaratnawulansari.blogspot.co.id/2015/07/sejarah-blc-telkom-klaten.html
- https://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_komputer
- https://id.wikipedia.org/wiki/Model_OSI