Assalamulai'kum Wr.Wb
Selamat pagi kawan, bertemu lagi dengan saya Nisa Selvia akan mengulas lebih jauh tentang :
DHCP SERVER
A. Pengertian :
Penjelasan Lengkap DHCP Server
DHCP (merupakan kependekan dari Dynamic Host Configuration Protocol)
adalah salah satu protocol pada jaringan komputer yang dapat memberikan
atau meminjamkan IP address terhadap host yang berada dalam satu
jaringan secara otomatis.
Dalam sebuah jaringan local yang tidak menggunakan DHCP, untuk
memberikan konfigurasi terkait pengalamatan komputer atau host harus
dilakukan secara manual. Jika ada ratusan host yang tergabung dalam
jaringan local tersebut, maka sang Administrator pun harus melakukannya
hingga ratusan kali. Terlihat sangat tidak efektif bukan??
Namun, tidak demikian jika sudah dipasang DHCP pada jaringan local.
Pemberian IP address untuk setiap komputer tidak perlu lagi dilakukan
secara manual, karena sudah ada sistem yang memegang tanggung jawab
tersebut. Jadi, berkurang dong beban sang Administrator jaringan, dia
hanya sekali melakukan settingan di komputer yang menjalankan service
DHCP.
Apa itu DHCP Server?
Dalam jaringan, server merupakan komputer yang tugasnya melayani
setiap komputer atau host yang tergabung dalam satu jaringan. Nah, mudah
saja, DHCP server adalah sebuah komputer yang menjalani fungsi DHCP
sebagaimana yang sudah dikatakan pada awal artikel ini. DHCP server
inilah yang nantinya akan memberikan pinjaman IP address kepada komputer
host yang terhubung.
B. Latar Belakang :
DHCP server merupakan komputer yang berfungsi memberi pinjaman IP
address ke host yang ada. Sedangkan host yang mendapat pinjaman IP
address dari DHCP server tersebut biasa disebut DHCP Client. Jadi,
dimana ada server pasti ada client juga.
C. Maksud Dan Tujuan :
- Memudahkan dalam transfer data kepada PC client lain atau PC server.
- Memudahkan seorang administrator jaringan dalam memberikan nomor ip address secara otomatis di komputer dalam jaringan tanpa harus mengisi secara manual.
- Menyediakan alamat-alamat IP secara dinamis dan konfigurasi lain.
- Didesain untuk melayani network yang besar dan konfigurasi TCP/IP yang kompleks.
- Memungkinkan suatu client menggunakan alamat IP yang reusable,
artinya alamat IP tersebut bisa dipakai oleh client yang lain jika
client tersebut tidak sedang menggunakannya (off).
- Memungkinkan suatu client menggunakan satu alamat IP untuk jangka waktu tertentu dari server.
- Memberikan satu alamat IP dan parameter-parameter kofigurasi lainnya kepada client, seperti DNS Server & Default Gateway.
- Mencegah terjadinya IP Conflict
D. Alat Dan Bahan :
- Modul Informasi luas tentang DHCP SERVER
E. Jangka Waktu :
Luangkan waktu untuk membaca sampai ke dasar-dasarnya.
F. Tahap Pelaksanaan :
Tahapan Cara Kerja DHCP Server
 |
| Gambar Proses DHCP Server Bekerja |
- IP Least Request - Merupakan proses saat client meminta nomor IP ke server (broadcast mencari DHCP server).
- IP Least Offer - DHCP menjawab dengan memberikan nomor IP yang ada di database DHCP.
- IP Lease Selection - Client memilih penawaran DHCP server
yang pertama diterima dan kembali melakukan broadcast dengan message
menyetujui peminjaman tersebut kepada DHCP Server.
- IP Lease Acknowledge - DHCP server memberikan jawaban atas
pesan tersebut berupa konfirmasi no IP dan informasi lain kepada client
dengan sebuah ACKnowledgment. Setelah server memberikan nomor IP, maka
server meminjamkan (lease) nomor IP yang ada ke DHCP client dan mencoret nomor IP tersebut dari daftar pool.
- Lease Period - Pemakaian DHCP Client tersebut dinyatakan
selesai, nomor IP tersebut dikembalikan kepada DHCP server, dan server
dapat memberikan nomor IP tersebut kepada client yang membutuhkan.
Fitur yang Ditawarkan Oleh DHCP (Jenis Alokasi DHCP)
DHCP server mengenal tiga macam jenis alokasi, yaitu:
- Manual Allocation : Dimana administrator server membuat
konfigurasi pada server yang mencatat MAC address dari setiap komputer
dan untuk setiap MAC address tersebut sudah ditentukan masing-masing IP
address-nya.
- Automatic Allocation : Dimana administrator server membuat
konfigurasi pada server yang mana hanya mengandung IP address yang
nantinya akan diberikan kepada komputer client. Sekali suatu alamat IP
terasosiasi dengan suatu MAC address pada komputer, maka ia akan secara
permanen diasosiasikan dengan MAC address tersebut sampai administrator
server merubahnya secara manual.
- Dynamic Allocation : Hal ini sama halnya seperti automatic allocation, tetapi server akan mencatat status peminjaman IP address (leases) dan akan memberikan alamat IP yang lease-nya sudah expire kepada client DHCP atau komputer yang lainnya.
G. Kesimpulan :
Jadi kesimpulannya adalah sebelum melakukan kofigurasi lebih baik mengenal apa itu DHCP Server ke yang lebih dasar.
H. Referensi :
-
http://www.pintarkomputer.com/penjelasan-lengkap-dhcp-server-dan-cara-kerjanya/
Semoga bermanfaat kawan...
Wassalamulai'kum Wr.Wb